Minggu, 13 Juli 2008

Satu Rumah Mewadahi Semua Kebutuhan

Demi anak-anaknya, Chandra Motik membuat rumah yang nyaris serba ada. Ruang musik, salon, bahkan ruang sauna ada di sana.

@Body:Orangtua umumnya menginginkan anak-anaknya betah di rumah. Demikian pula dengan pasangan Dr Hj Chandra Motik SH MSc dan Dipl Ing H Yusuf Djemat. Dan berangkat dari keinginan itulah, suami istri ini kemudian membangun rumah dengan konsep ‘all in one’. “Kita membangun rumah ini dengan pertimbangan agar anak-anak bisa melakukan hampir semua kegiatannya di rumah,” kata Chandra yang selama ini dikenal sebagai pakar hukum kelautan.
Di atas tanah seluas lebih kurang 1.500 meter persegi, rumah ‘all in one’ itu kini telah terwujud. Seperti keinginan semula, rumah yang didominasi warna putih, coklat, hijau, dan kuning gading ini terbukti mampu mewadahi hampir semua aktivitas dan kebutuhan para penghuninya.
Berada di daerah Menteng, Jakarta pusat, rumah yang dibangun sekitar tahun 1997 itu tak hanya memiliki ruang tamu, ruang tengah atau ruang keluarga, tapi juga ruang-ruang lain yang boleh jadi jarang dimiliki oleh rumah-rumah pada umumnya. Sebut saja misalnya ruang musik, ruang salon, ruang fitnes, bahkan ruang sauna.
Berlantai lima termasuk basement, rumah di kawasan elit Jakarta ini bisa dibilang menyerupai kapal pesiar. Kesan ini akan muncul bila seseorang melayangkan pandangan dari teras belakang yang berada di sisi sebuah mini bar. Dari titik itu, cakupan pandangan begitu luas sehingga bagian dalam rumah pun bisa dengan jelas terlihat.
Dilihat sepintas dari luar, rumah yang berada di tepi jalan raya ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan rumah-rumah lain di sekitarnya. Namun begitu menerobos ke dalam, akan terasa bahwa rumah ini memiliki sesuatu yang lain. Berpagar hijau, rumah ini terlihat kaya dengan tangga dan pintu yang menghubungkan satu ruangan dengan ruangan lainnya.
Masuk dari pintu depan, dua patung batu besar seolah menyambut siapa saja yang bertandang ke rumah ini. Kemudian agak masuk ke dalam dari ruang tamu yang tak terlalu besar, terhampar satu ruang besar yang berisi satu set kursi bergaya klasik, satu set sofa berwarna gading, sebuah meja makan besar, dan sebuah piano besar. “Pada furnitur kita tidak punya konsep apa-apa yang penting nyaman dan kita suka,” tutur pengajar hukum kelautan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini. Tapi diakui oleh Chandra bahwa ia memang menyukai furnitur bergaya klasik. Alasannya? “Karena tidak cepat ngebosenin,” cetus wanita kelahiran 18 Pebruari 1954 ini.
Dari ruang tengah, selain bisa langsung menjangkau area belakang rumah yang berisi dapur kotor, kamar pembantu dan kolam renang, juga terdapat dua buah tangga yang berada di sisi kanan dan kiri ruangan. Tangga yang berada di sebelah kiri adalah tangga menurun yang menghubungkan ruang tengah di lantai satu dengan lantai basement. Selain ruang bermain anak, lantai basement juga dimanfaatkan untuk ruang bermain musik, ruang salon, dan garasi. “Anak-anak dan teman-temannya banyak menghabiskan waktu di sini,” kata ibu tiga anak ini sambil tersenyum.
Bila tangga di sebelah kiri menghubungkan dengan lantai dasar, maka tangga di sebelah kanan menghubungkan dengan lantai dua. Dari tangga inilah, seseorang bisa sampai ke ruang keluarga, ruang makan atas, dapur bersih, ruang tidur anak-anak, dan ruang tidur utama. “Di meja makan ini kita biasa makan bersama,” kata wanita yang meraih gelar doktornya dari Kennedy-Western University, Amerika Serikat pada tahun 1995 ini.
Di lantai dua ini juga terdapat ruang fitnes, ruang sauna, serta sebuah tangga yang mengarah ke kolam renang. Penempatan ruang demi ruang ini ternyata telah dipikirkan masak-masak. “Biar mudah, habis berenang, fitnes bisa langsung bersauna.”
Lalu bagaimana dengan lantai tiga dan lantai empatnya? Bagian kiri dari lantai tiga ini digunakan untuk ruang kerja sang tuan rumah. Sedangkan bagian kanan diperuntukkan sebagai tempat mencuci dan menjemur pakaian. Sementara lantai empat berujud sebuah loteng yang rencananya akan diubah menjadi kamar gelap untuk cuci cetak foto. mg01 ()

Tidak ada komentar: